oleh

SDK Penuhi Janji di Kasambang Kecamatan Tapalang

banner 728x90

MAMUJU, DIKITA.id – Anggota komisi IV DPR RI, Suhardi Duka melakukan reses di Desa Kasambang, Kecamatan Tappalang Barat, Mamuju, Senin (12/10).

SDK sapaan akrabnya menuturkan, ia memilih Desa Kasambang sebagai tempat resesnya kali ini sebagai bentuk merealisasikan janji-janjinya yang ia sampaikan saat mencapai sebagai anggota DPR RI Dapil Sulbar.

“Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memilih saya,” kata anggota Banggar DPR RI ini.

Di Kasambanh, SDK mendengarkan langsung aspirasi warga. Juga merealisasikan berbagai permintaan warga khususnya yang menyangkut dengan tupoksi komisinya. Termasuk pembagian bibit buah durian dan rambutan.

Ada hal menarik dari reses kali ini. SDK tidak langsung menjawab permintaan warga terkait bibit cengkeh. Dia terlebih dulu menghubungi mitra kerjanya, Kementrian Perkebunan, untuk memastikan ketersediaan bibit cengkeh untuk tahun 2021.

“Oke, ada. Saya minta pada pemerintah sebanyak 3.500 bibit cengkeh. Buatlah kelompok tani, sebab bantuan ini tidak bisa diberikan pada orang per orang,” katanya.

Selain itu, SDK juga memberikan bantuan pembangunan jalan tani masing-masing sepanjang kurang lebih 2 kilometer dan beberapa dompeng untuk Desa Kasambang Barat.

Ditegaskan, sekalipun ia sebagai legislator nasional, namun dapilnya menjadi prioritas utama. Sedangkan terkait kebijakan nasional, dibicarakan oleh seluruh anggota DPR RI.

Itu dia katakan karena menurutnya, sebagai pejabat harus memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Bukan untuk melayani dirinya dan keluarganya saja. Pejabat tidak boleh membeda-bedakan antara satu dengan yang lain. Rumahnya pun harus terbuka kepada siapa saja, meskipun itu lawan politiknya.

“Dapurnya rakyat kita pastikan berasap. Itu paling penting. Olehnya itu perbaiki sumber-sumber ekonomi masyarakat. Kalau saya bisa sinergi dengan daerah, maka yakin saya bisa turunkan anggaran ke daerah. Sebab saya juga anggota Banggar,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa pejabat yang sudah memiliki jabatan tinggi, idealnya tidak menjanji. Sebab tugasnya sudah jelas, merealisasikan janji-janji ketika sebelum menjabat.

“Apa gunanya jadi pejabat kalau menjanji lagi? Apalagi kalau kembali mau maju di Pemilu. Sangat tidak wajar untuk dipilih kembali,” katanya.

zul/rfa

image_pdfimage_print

Komentar

News Feed