oleh

SDK Jawab Keluhan Petani Sampaga dan Tommo

banner 728x90

MAMUJU, DIKITA.id – Anggota DPR RI Komis IV, Fraksi Partai Demokrat, DR. H. Suhardi Duka (SDK) kembali menggelar reses di Kabupaten Mamuju. Kali ini, SDK berkunjung ke kecamatan Sampaga dan Tommo. Sejumlah keluhan warga pun ditumpahkan saat itu.

Di kecamatan Sampaga misalnya, mayoritas petani mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mendapatkan bibit.

Sabri, salah seorang petani desa Sampaga mengeluhkan pembukaan dan peningkatan jalan tani. Sementara H. Idris mengeluhkan persawahan petani yang tak punya pengairan yang memadai.

Tak hanya itu, Mudakir petani desa Salubarana mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi hingga sulitnya bibit. bahkah ia mengaku pemerintah daerah tidak memberikan perhatian serius atas masalah yang dialami para petani di desanya.

“Kami petani di Salubarana sangat kesulitan pupuk subsidi, belum lagi soal bibit pak. Kami minta agar semua ini dipermudah oleh pemerintah, jangan dipersulit,” ungkap Mudakir.

Sementara itu, di Tommo warga tak hanya mengeluhkan sulitnya bantuan pertanian, tapi juga buruknya infrasturktur jalan penghubung antar desa, hingga tak adanya jaringan telekomunikasi.

“Kondisi jalan kami sangat buruk pak, bahkan masih ada warga kami di dusun Pasa’bua yang belum menikmati listrik hingga saat ini,” keluh Kahar petani desa Leling Induk, kecamatan Tommo dihadapan SDK.

Ia mengaku sudah sejak dulu meminta agar dibangunkan jembatan gantung sebagai penghubung antar desa, namun hingga saat ini tak kunjung dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Tak hanya itu, mayoritas petani di desa Leling Induk ini juga mengaku setiap harinya mengangkut hasil bumi dengan menggunakan perahu seadanya, disebabkan tak ada jalan tani yang dibangun pemerintah.

“Kami juga butuh jaringan telekomunikasi pak, bagaimana desa kami bisa berkembang kalau sinyal telepon saja tidak ada,” keluh Syafaruddin.

Merespon keluhan petani, SDK menjelaskan bahwa dirinya sejak awal memilih Komisi IV DPR RI karena sadar bahwa pemilihnya di Sulbar adalah mayoritas petani dan nelayan.

“Saya memilih Komisi IV di DPR RI karena saya tau yang banyak memilih saya adalah petani dan nelayan, sehingga saya pun harus hadir untuk menjawab seluruh keluhan saudara-saudara sekalian,” kata SDK dalam resesnya yang digelar didua kecamatan Sampaga dan Tommo, Jumat (16/10/20).

Ia menjelaskan, pemerintah yang baik setidaknya harus memperhatikan 4 hal penting bagi para petani yaitu pemerintah harus memastikan sumber perekonomian masyarakat khususnya petani.

“Pemerintah itu harus memastikan sumber kehidupan masyarakatnya, pertama memastikan petani punya lahan untuk digarap, kedua memastikan lahan itu potensial untuk digarap, lalu kemudian pemerintah juga harus hadir menyediakan bibit dan puput yang baik untuk ditanam lalu yang terakhir pemerintah juga harus memastikan pasar yang sehat bagi para petani,” urai SDK.

Ia pun langsung menjawab keluhan petani, di desa Bunde, SDK memberikan bantuan berupa alat petanian untuk persawahan, bantuan jalan tani dan pengairan persawahan dengan melalui pengajuan proposal kelompok tani.

Hal yang sama juga dilakukan di desa Leling Induk, SDK memberikan bantuan jalan tani bagi petani, bibit kakao, bibit jagung, hingga nilam.

Sementara untuk jaringan telekomunikasi, SDK berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat ini kepada pihak yang berwenang, dikarenakan jaringan telekomunikasi ini tidak masuk dalam bidang kerjanya di DPR RI.

Tak hanya itu, di Desa Kakkulan, SDK juga memberikan bantuan uang tunai kepada masyarakat untuk perbaikan jalan yang bocor serta bantuan rumah ibadah bagi umat kristiani di desa Kakkulasan, kecamatan Tommo.

Foto : SDK Serahkan bantuan Tunai Untuk Perbaikan Jalan di Desa Kakkulasan, Kecamatan Tommo – Mamuju.

Sementara untuk perbaikan jalan, “Nanti bupati yang baru yang perbaiki jalan,” kata SDK. Untuk itu ia berharap agar kedepan sinergi pemerintah dapat terbangun dengan baik.

“Pemerintahan itu harus sinergi, konektivitas pemerintahan dari pusat, provinsi dan daerah. Kalau saat ini, saya sendiri sulit memasukkan bantuan, karena pemerintah kabupaten sulit untuk bersinergi dengan kami,” ucap SDK.

Ia juga berharap agar masyarakat terus berjalan bersama dengan SDK, agar kedepan bantuan tak lagi sulit untuk disalurkan ke masyarakat utamanya di kabupaten Mamuju.

Reses kali ini, turut hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Hj. St. Suraidah Suhardi, Anggota DPRD Provinsi Sulbar Fraksi Partai Demokrat, Ir. Firman Argo, Panwas kecamatan setempat, pihak kepolisian serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

zul/rfa

image_pdfimage_print

Komentar

News Feed