oleh

Pengurus Badko HMI Sulselbar Periode 2018-2020 Resmi Demisioner

banner 728x90

BONE, DIKITA.id – Menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VI di Tanjung Pallette, Kabupaten Bone, Sulsel, Pengurus Badan Koordinasi (Badko) HMI Sulselbar Periode 2018-2020 resmi demisioner.

Penyampaian pandangan umum laporan pertanggungjawaban yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, Lanyala Soewarno mengantarkan pengurus Badko HMI Sulselbar 2018-2020 mencapai purnanya.

Kegiatan yang dibuka sejak tanggal 10 November 2021 lalu, menetapkan sebanyak 5 kandidat yang akan bertarung pada Musda kali ini.

Koordinator Steering Committee, Yusril menargetkan Musda akan rampung pada tanggal Minggu, 14 November 2021 sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

“Alhamduulillah kita mendengarkan penyampaian pandangan umum laporan pertanggungjawaban pengurus dan telah resmi dinyatakan demisioner,” kata Yusril.

Secara umum, keseluruhan peserta Musda ke-VI menerima laporan pertanggungjawaban pengurus Badko HMI Sulselbar.

“Kami ucapkan terimakasih atas kepengurusan ini sebab karenanya bisa menorehkan sejarah bersama dengan memekarkan Cabang Mamuju Tengah dari Cabang Manakarra di Sulawesi Barat,” kata Sopliadi, Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Manakarra.

Tak hanya itu, Sopliadi menyampaikan, upaya pemekaran Badko Sulbar juga secara tegas digagas oleh kepengurusan ini dibawah kepemimpinan Lanyala Soewarno dan Awal Yanto.

Sementara itu, dalam laporannya Lanyala Soewarno menekankan kondisi internal dan eksternal HMI saat ini.

Ia menyampaikan, degradasi kader telah membawa organisasi ini kini berada di ujung jurang. Kemerosotan moral dan intelektual menjadi problem besar yang kini kita hadapi.

Pengurus yang dilantik pada 24 Januari 2019 lalu ini menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan kolaborasi antar sesama pengurus Badko HMI Sulselbar menjadi sebuah keharusan dalam membangun harmonisasi di internal kepengurusan.

“Kami meyakini kemampuan yang terbatas melekat pada personal kepengurusan ini, namun semaksimal mungkin kami terus berbuat yang terbaik untuk himpunan,” ungkap Lanyala.

Sementara itu, dinamika eksternal tetap menjadi perhatian serius bagi pengurus Badko HMI Sulsebar. Berbagai polemik mulai dari kebangsaan, keummatan hingga kepada kepemudaan dan kemahasiswaan menjadi perhatian serius bagi kami.

“Semua yang telah kami laksanakan adalah sebagai bentuk dari pertanggung jawaban amanah yang diberikan kepada kami selaku Pengurus Badko HMI Sulselbar,” ucap Ketua Umum yang akrab disapa Bombom.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan terimakasih kepada semua pihak atas kebersamaan selama periode kepengurusan ini berjalan.

“Dalam kepengurusan ini kami mengakui begitu banyak kekurangan yang kami perbuat, olehnya itu sekali lagi kami ucapkan dan haturkan permohonan maaf pada kesempatan kali ini,” demikian tutup Lanyala, Minggu, (14/11/21).

*/rfa

image_pdfimage_print

Komentar

News Feed