oleh

Program P2L, Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

banner 728x90

TOPOYO, DIKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sulbar, Dr. H. Suhardi Duka membuka secara resmi Bimbingan Teknik (Bimtek) Pangan Pekarangan Lestari (P2L), yang dilangsungkan di tempat pertemuan Wisata Khaymoto, Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Rabu, (19/10/22).

Bimtek yang dihadiri ratusan peserta ini, juga hadir Kadis Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Muchtar.

Muhtar mengatakan, program serupa pernah dilaksanakan sebelumnya. Sehingga ia berharap program kali ini terus berjalan dan harus lebih baik. Karena mendapat dukungan langsung oleh anggota DPR RI, Dr. H. Suhardi Duka.

“Kegiatan ini penting karena soal pangan, yang merupakan hak asasi, dan negara menjamin ketersediaan pangan rakyatnya,” kata Muhtar.

Lanjut, program ini penting, dan beliau ini (Suhardi Duka) ingin melihat Sulbar maju, sehingga mau membantu dengan diturunkan setiap tahunnya. Semoga tahun berikutnya tetap bertambah. Harapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa mempraktekkan gizi itu tidak mahal, bisa di pekarangan kita. Salah satu penyumbang inflasi itu naiknya harga lombok, padahal itu bisa dan sederhana dengan menyabar saja di pekarangan bisa tumbuh. Dan luas pekarangan itu lebih besar dari pada luas sawah, cuman belum dimanfaatkan. Padahal jika ini dimanfaatkan bisa membantu pangan keluarga. Sebutnya.

“Kita berharap P2L tidak hanya saat ada programnya tapi bisa berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Suhardi Duka (SDK) dalam sambutannya mengutarakan, siapa yang menanam maka dia berharap untuk memetik. Kalau mau memetik saja dan tidak menanam itu mengambil punya orang.

Menurutnya, tantangan kedepan itu perebutan pangan, dan rawan daerah itu jika tidak tersedia pangannya. Kalau tidak tersedia maka akan menimbulkan kriminalitas karena kelaparan.

Sehingga kata SDK, bersama kementerian pertanian komitmen untuk tidak lagi impor pangan sejak 2019. Tentu capaian ini akan baik jika dijaga. Untuk itu diberikan program yang pas dengan masyarakat. Diberikan bantuan Alsintan (Alat mesin pertanian), diberikan bantuan bibit dan bantuan lainnya.

Masih kata SDK, Sehingga juga dipikirkan yang menyasar ibu-ibu, dan akhirnya ada program P2L, diberikan bantuan 50 juta perkelompok yang sebelumnya 25 juta, semoga terus bisa ditingkatkan.

Mantan Bupati Mamuju dua periode ini berharap petani bisa sukses, “Untuk menjadi petani sukses harus smart, sehingga diberikan Bimtek, agar hasilnya bisa maksimal”. Pungkasnya.

anh/rfa

image_pdfimage_print
Spread the love

Komentar

News Feed