oleh

Optimalisasi Layanan, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi bersama Badan Penjamin Sosial

banner 728x90

MAMUJU, DIKITA.id – Sebagai upaya bersama dalam memaksimalkan pelayanan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tugas dan fungsi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS Kesehatan menggelar Sosialisasi bersama Badan Penjamin Sosial, Jumat (7/10/22).

Kegiatan yang berlangsung di hotel d’Maleo jl. Yos Sudarso Mamuju ini turut dihadiri badan penjamin sosial lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja serta PT. Taspen. Tak hanya itu, turut hadir pula para direktur Rumah Sakit se- Kabupaten Mamuju berserta para Kepala Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan (faskes).

Dalam sambutannya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, St. Umrah Nurdin menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memudahkan setiap faskes dalam mengidentifikasi badan penjamin yang akan memberikan jaminan kepada setiap pasien.

“Peserta yang hadir hari ini dari teman-teman fasilitas kesehatan, kita melakukan upaya untuk memudahkan faskes untuk mengidentifikasi, misalnya jika terjadi kecelakaan lalu lintas (KLL) kita akan tau faskes akan berkoordinasi kepada siapa dan mekanismenya seperti apa,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, St. Umrah Nurdin.

Foto : BPJS Kesehatan menggelar Sosialisasi bersama Badan Penjamin Sosial, Jumat (7/10/22).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini jaminan kesehatan di Kabupaten Mamuju telah UHC, sehingga masyarakat yang memegang kartu JKN yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan akan merasa bahwa penjaminnya akan selalu BPJS Kesehatan.

“Ini lebih kepada menginformasikan kepada faskes dan juga masyarakat bahwa ini loh badan penjamin sosial yang ada baik itu Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan maupun PT. Taspen,” ucapnya.

Pihaknya berharap kedepannya faskes dapat lebih berkoordinasi lagi sehingga memudahkan juga bagi masyarakat,

“Intinya pelayanan itu kan ke masyarakat jadi bukan sekedar kolaborasi antara faskes dan penjaminnya tapi lebih kepada manfaat setiap program jaminan sosial bagi masyarakat,” terang St. Umrah Nurdin.

“Yang terpenting lakukan yakni identifikasi diawal, sehingga pada saat pasien datang mereka benar-benar bisa mendapatkan manfaat dari setiap program Badan Penjamin Sosial untuk masyarakat,” demikian tutup St. Umrah
Nurdin.

wah/rfa

image_pdfimage_print
Spread the love

Komentar

News Feed