oleh

Kondisi Rumah Memprihatinkan, Marta Belum Juga Dapat Bantuan Bedah Rumah

banner 728x90

MAMUJU, DIKITA.id – Marta (52) warga Desa Guliling, Kecamatan Kalukku, Mamuju hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang dialaminya.

Siap tidak siap, rumah yang ia tinggali terus terkikis abrasi air sungai. Bahkan WC miliknya sudah tergantung dipinggir sungai Guliling.

Kehidupan Marta sangat memprihatinkan. Mama Jefri panggilan akrbanya hidup bersama cucunya  yang masih berumur 2 tahun, jika musim hujan tiba ia selalu was-was jangan sampai air sungai pasang dan mengakibatkan rumahnya terbawah air sungai. “Kalau kondisi hujan saya lari ke kampung rumah keluarga,” ucap Marta di kediamannya, Minggu (22/11).

Selain air sungai yang terus-menerus mengikis lokasi rumanya menjadi momok menakutkan baginya, Marta juga hidup dalam kegelapan. Sebab, rumah miliknya yang berdinding kayu itu belum terjagkau listrik. “Hanya pakai senter kalau malam,” tuturnya.

Marta menceritakan, selama ini Dia sering dimintai berkas kartu Keluarga (KK) untuk bantuan bedah rumah, namun sampai saat ini bantuan tersebut belum juga ada. Untuk menghidupi kesehariannya, Marta mengandalkan panggilan orang-orang sekitarnya jika ada yang membutuhkan jasanya bekerja di kebun. Dari hasil itulah ia gunakan untuk makan sehari-hari nya.

Namun belakangan ini, Marta banyak menerima pemberian tetangga, sebab ia fokus menjaga cucunya yang tinggal bersamanya.

zul/rfa

image_pdfimage_print

Komentar

News Feed