oleh

Dorong Potensi Perikanan di Mateng, SDK Serahkan Bantuan Alat Tangkap Bagi Nelayan

banner 728x90

MATENG, DIKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI, DR. H. Suhardi Duka menyambangi Babana di Pantai Budong-Budong untuk membuka acara Bimtek sarana penangkapan ikan, dan menyerahkan bantuan alat tangkap ikan ulur kepada puluhan nelayan. Kamis 21 Juli 2022.

Suhardi Duka (SDK), yang merupakan anggota Komisi IV menyampaikan, posisi saya di DPR RI tentu sangat strategis bisa membantu, khususnya pertanian dan perikanan karena bermitra dengan kementerian pertanian dan kelautan.

“Saya liat potensi ikan tuna disini besar, sehingga itu bisa kita bantu, silahkan mengajukan difasilitasi oleh kepala dinas silahkan diajukan,” ucapnya.

Usaha Rumput laut bisa juga kita bantu dengan membangun kawasan rumput laut. “Silahkan mengajukan dalam bentuk kelompok. Saat ini Nelayan kita masih kelas menengah kebawah, karena cara menangkap kita yang lalu tradisional, sehingga penting menggunakan teknologi. Dengan teknologi kita bisa tau posisi ikan sehingga bisa menghasilkan dan bisa meningkatkan kesejahteraan,” ucap SDK.

Ia juga mengingatkan pentinya makan ikan terutama kepaada anak dan ibu hamil. “Orang-orang pintar karena pada usia 0-5 tahun itu makan ikan, dan makan ikan nilai gizinya tinggi mengandung omega 3, banyak kandungan baik didalammnya sehingga menghindari stunting dan kekurangan gizi,” jelasnya.

Nanti ada bimtek silahkan disimak, biar nanti dikasi tau metode tangkap yang moderen sesuai kondisi saat ini, imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, DR. H. Suhardi Duka Saat Menggelar Kunjungan Kerja di Babana di Pantai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar.

Kesempatan yang sama, Ketua DPRD Mateng, Arsal Aras mengatakan, Permendagri 86 dalam dua tahun terakhir kewenangan bantuan ada di provinsi dan pusat. “Ini saya bingung bagaimana tidak dibantu sementara warga kita banyak di pesisir sebagai nelayan. Semoga kehadiran pak Suhardi Duka bisa sinergi, apa yang tidak bisa dibantu pemerintah kabupaten itu bisa dibantu pemerintah pusat,” harapnya.

Kita berharap bantuan yang masuk di Sulbar, Mamuju Tengah juga dapat, imbuh Arsal Aras.

Sambung Arsal, khusus tuna sesuai data yang dikaji pihak Unhas. Dibeberapa daerah tuna itu berpindah dan migrasi, tapi di Mamuju Tengah ini berputar, karena kalau bergeser ke selatan ada penyempitan sehingga balik lagi. Namun kekurangan kita adalah kurangnya sumber daya sehingga perlu ada pelatihan, pungkanya.

Perwakilan dirjen tangkap DKP, menyampaikan adanya bimtek ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat. Bisa mensejahterakan nelayan, dengan bantuan alat tangkap berupa pancing yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

Perwakilan Kadis Perikanan, I Made Kardiana mengatakan semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. “Terima kasih kepada bapak Suhardi Duka yang sudah memfasilitasi kegiatan ini”.

Ia menyampaikan, dari 54 Desa di Kabupaten Mamuju Tengah, ada 14 desa di pesisir. “Mamuju Tengah merupakan penghasil tuna terbesar di Sulbar. Sejak berdiri belum dapat bantuan, sudah ada yang mengajukan tapi belum dapat. Sebagai perwakilan kami di pusat semoga bisa difasilitasi. Selain itu juga penghasil udang vaname di 14 desa. Juga penghasil rumput laut terbaik di Sulbar,” kata I Made Kardiana.

anh/rfa

image_pdfimage_print
Spread the love

Komentar

News Feed