oleh

Unsur Pimpinan DPRD Polman Dinilai Potensial Mengisi Posisi 02

banner 728x90

POLMAN, DIKITA.id – Unsur pimpinan DPRD Polman dinilai potensial mengisi posisi calon Wakil Bupati di Pilkada 2024. Siapa saja dan seberapa peluang mereka?

Berikut uraian Direktur Logos Politika, Maenunis, saat menjelaskan pemetaan potensi Pilkada Polman 2024 kepada media ini lewat rilisnya, Kamis (27/5/2021).

“Dua hal utama yang selalu menjadi pertimbangan dalam mengemas komposisi Paslon dan koalisi adalah persebaran DPT daerah pemilihan dan instrumen partai untuk efektifnya kursi dukungan dengan kerja pemenangan,” ungkap Maenunis.

Ia menyebut Polman memiliki dua daerah pemilihan yang berbeda karakter dan akan menjadi kekuatan penyeimbang jika berpasangan.

“Polman punya dua Dapil dengan karakter yang cukup berbeda. Idealnya untuk saling menutupi, figur dari Dapil I mengambil 02 dari Dapil II demikian juga sebaliknya. Kalau misalnya Ruskati atau Dirga Singkarru maju calon Bupati, ya idealnya mengambil calon wakil dari Dapil Polman II. Demikian juga misalnya Samsul Mahmud atau Bebas Manggazali maju calon Bupati, maka opsi wakilnya itu paling tepat dari Dapil I.” Beber konsultan pemenangan Sutinah-Ado di Pilkada Mamuju 2020 lalu ini.

Adapun partai menurutnya, menjadi instrumen utama dalam menggerakkan kerja pemenangan calon.

“Kebutuhan kandidat kepada partai tidak saja karena dukungan kursinya tapi yang lebih penting adalah partai itu sudah punya struktur kerja sampai desa dan dusun. Selain bisa bekerja lebih massif, kerja pemenangan partai politik itu lebih terstruktur, jadi lebih efektif dan terukur.” Imbuhnya.

Dua kebutuhan strategis diatas dinilainya membuka peluang empat pimpinan DPRD Polman dilirik menjadi calon Wakil Bupati.

“Kalau dua variabel diatas dielaborasi maka tentu empat unsur pimpinan di DPRD Polman itu sangat potensial diambil. Dari Dapil II, Jufri Mahmud dengan 6 kursi Golkar dan Hamzah Syamsuddin 6 kursi Gerindra (Dapil I), Amiruddin 6 kursi PKB dan Nurbaeti 5 kursi PDIP (Dapil II) bisa menutupi dua kebutuhan strategis sebagai 02. Tinggal bagaimana mereka membenahi trend popularitas dan elektabilitas saja, mengingat dalam setiap partai itukan banyak kader potensialnya. Partai menentukan siapa diusung mayoritasnya menggunakan variabel trend survei.” kuncinya.

mae/rfa

image_pdfimage_print

Komentar

News Feed