oleh

RDP Soal Pilkades, Mervie Singgung Pilkada, Masram dan Mahyuddin Ngamuk

banner 728x90

MAMUJU, DIKITA.id – Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Pimpinan DPRD Mamuju bersama Komisi I DPRD Mamuju berakhir ricuh.

Hal itu terjadi setelah situasi memanas antar Anggota DPRD Mamuju yang hadir dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Mamuju telah menggelar RDP yang membahas pelaksanaan Pilkades sebanyak 2 kali, dan terakhir pada Selasa 12 Januari kemarin dengan kesepakatan penundaan Pilkades hingga Juni mendatang.

Anggota Fraksi Hanura, Mervie Parasan kemudian bersikeras jika RDP itu tidak mempunyai hak untuk membatalkan Pilkades yang akan digelar Februari ini (sesuai dengan SK Bupati pada 23 Desember 2020).

“Secara kewenangan DPRD tidak punya hak untuk membatalkan Pilkades, karena ini hak prerogatif Bupati,” kata Mervie.

Sejumlah anggota DPRD Mamuju lainnya kemudian mempertanyakan perihal ketidak hadiran Mervie dalam RDP yang digelar sebelumnya.

“Rapat kan sudah kita gelar kemarin, kenapa bapak tidak hadir,” tutur Masram Jaya.

Selain itu, ketua komisi I juga menyampaikan jika seharus semua pihak fokus pada subtansi pembahasan rapat, sehingga bisa kondusif.

“Ada apa ini, rapat kita gelar kemarin dan mereka tidak hadir, kemudian pembahasannya diluar dari subtansi dan melebar kemana-mana, apa hubungannya Pilkada Bupati dan Pilkades coba, langkah penundaan kita usulkan sebagai fungsi pengawasan DPRD, sehingga pengambilan keputusan tidak di ambil sewenang-wenang,” tutur Sugianto.

Kemudian Mervie Parasan dari Fraksi Partai Hanura bersikeras jika hasil RDP pada 12 Januari kemarin tidak punya dasar hukum.

Dalam lanjutannya, Mervie Parasan kemudian membahas hasil Pilkada Mamuju yang menyebut jika Bupati terpilih (Sutinah Suhardi) telah menghabiskan banyak dana dalam Pilkada Mamuju, sehingga 100 tahun pun jadi Bupati tidak akan mengembalikan uangnya.

“Saya tau kenapa Pilkades ini mau ditunda, menunggu pelantikan Sutinah kan? yang dikira akan terlaksana pada bulan dua. Saya akan melawan meskipun sendiri, dan tidak takut sama siapa pun,” ucap Mervie dengan nada keras sambil menunjuk kearah sejumlah anggota DPRD yang hadir.

Sejumlah anggota rapat yang hadir kemudian tersulut emosi, diantaranya Mahyuddin dan Masram Jaya yang menganggap jika subtansi yang dibicarakan Mervie kelewat batas. Dan semestinya tidak membahas hasil Pilkada yang telah usai.

Kericuhan kemudian terjadi antara sejumlah anggota rapat yang hadir dengan Mervie, sempat terlihat botol mineral melayang ke arah Mervie kemudian seluruh anggota rapat berusaha menenangkan suasana yang memanas.

“Pak Mervie ini kelewatan, bicaranya sudah seperti anak kecil, apa urusannya agenda rapat Pilkades kita dengan masalah pribadi Bupati terpilih? kan tidak ada. Ini yang saya sebut tidak substansi lagi, mestinya kita fokus membahas soal pelaksanaan Pilkades,” kata Masram.

Begitu juga dengan Mahyuddin, ia mengaku terpancing emosi usai pukulan meja yang dilakukan Wakil Ketua II  Andi Dodi saat Mervie berbicara.

“Saya pukul meja juga, secara manusiawi saya terpancing emosi apalagi pernyataan Mervie yang menyinggung pribadi ibu Sutinah Suhardi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agenda rapat kita hari ini,” ucap Mahyuddin.

Rapat yang direncanakan akan membahas rincian anggaran pelaksanaan Pilkades 2021 kemudian dibubarkan.

gie/rfa

image_pdfimage_print
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed