oleh

GMNI Mamasa Tolak Proporsional Tertutup, Demokrasi kembali ke Jaman Orde Baru

banner 728x90

MAMASA, DIKITA.id – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamasa, Rihardes menilai sistem proporsional tertutup yang diwacanakan KPU RI untuk Pemilu 2024 adalah bentuk kemunduran demokrasi.

Wacana tersebut terkesan sebagai ekspresi kemalasan berpikir untuk membangun kemajuan dan kehidupan berpolitik.

Ketua GMNI Cabang Mamasa, Rihardes mengatakan, demokratisasi sepatutnya bukan memundurkan yang telah maju, tetapi memperbaiki dan menata ulang hal yang kurang.

“Kalau sistem proporsional tertutup diberlakukan, maka terjadi kemunduran demokrasi yang luarbiasa,” kata Rihardes, Senin 2 Januari 2023.

Rihardes menilai, wacana proporsional tertutup yang dilontarkan KPU, justru menutup peluang rakyat untuk mengenal para Calon Legislatif (Caleg) yang akan dipilihnya sebagai perwakilan di parlemen.

“Artinya kita akan kembali ke zaman orde baru dimana larlemen akan di tentukan oleh Partai politik,” katanya.

Ia mengatakan, ini akan berdampak pada kemunduran demokrasi yang hari ini sudah berjalan dengan semangat Reformasi. Namun, ketika akan di laksanakann dengan sistem proporsional tertutup maka oligarki akan makin kuat dan para polisi buruk bisa saja di loloskan dengan kekuatan kapital.

“Jadi akan berdampak mundur pada demokrasi kita,” ujarnya.

Rihardes menuturkan, perubahan tersebut akan membawa Indonesia kembali pada suasana pemilihan umum masa Orde Baru.

Saat itu kata dia, rakyat tidak diarahkan untuk memilih kandidat tetapi Rakyat hanya diperbolehkan untuk memilih Partai Politik (Parpol).

“Itulah sebabnya sehihgga Golkar selalu menang,” katanya.

Lanjut Rihardes mengatakan, jika hal ini terjadi maka kran demokrasi semakin tertutup. Masyarakat tidak bisa memilih secara langsung perwakilan di parlemen.

Pemilihan tertutup merupakan sebuah electoral autocracy, Parpol bebas untuk menyodorkan para otokrat tanpa melalui seleksi publik.

“Ini merupakan persekongkolan jahat untuk membatalkan kedaulatan rakyat,” tegasnya.

Rihardes menambahkan, sistem proporsional tertutup ini, akan membuat oligarki di dalam partai menguat. Sebab, dalam sistem ini hanya kekuasaan parpol yang berhak menentukan kandidat untuk menjadi anggota parlemen.

“Oligarki dalam partai akan menentukan arah poltik, sehingga yang berduit akan lebih mudah untuk diloloskan,” tandasnya.

wa/rfa

image_pdfimage_print
Spread the love

Komentar

News Feed